[Sebuah Renungan]…..Hanya Titipan
Posted on | February 3, 2010 | 6 Comments
Postingan ini saya buat untuk para pembaca sebagai bahan renungan hari ini.
Ku berkata,
ketika orang memuji milikku,
bahwa sesungguhnya ini hanya titipan,
bahwa mobilku hanya titipan-NYA,
bahwa rumahku hanya titipan-NYA,
bahwa hartaku hanya titipan-NYA,
bahwa putraku hanya titipan-NYA,
tetapi,
mengapa aku tak pernah bertanya,
mengapa DIA menitipkan padaku?
Untuk apa DIA menitipkan ini pada ku?
Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik-NYA ini?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali
oleh-NYA ?
Ketika diminta kembali,
kusebut itu sebagai musibah,
kusebut itu sebagai ujian,
kusebut itu sebagai petaka,
kusebut dengan panggilan apa saja untuk melukiskan bahwa itu adalah derita.
Ketika aku berdoa,
kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku, aku ingin lebih banyak
harta, ingin lebih banyak mobil, lebih banyak rumah, lebih banyak
popularitas, dan kutolak sakit, kutolak kemiskinan, Seolah …semua “derita”
adalah hukuman bagiku.
Seolah …keadilan dan kasih-NYA harus berjalan seperti matematika
aku rajin beribadah,
maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan Nikmat dunia kerap
menghampiriku.
Kuperlakukan DIA seolah mitra dagang,dan bukan Kekasih.
Kuminta Dia membalas “perlakuan baikku”, dan menolak keputusan-NYA yang tak
sesuai keinginanku,
Gusti,
padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah…
“ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja”
WS Rendra
Tags: hanya titipan > kumpulan sajak ws rendra > sajak karya rendra > sebuah renungan > semuanya hanya titipan > ws rendra
Postingan Menarik Lainnya
Comments
6 Responses to “[Sebuah Renungan]…..Hanya Titipan”
Leave a Reply



February 3rd, 2010 @ 12:33 pm
salam hormat untuk WS Rendra, tks mas udah memposting puisi ini
[Reply]
February 3rd, 2010 @ 5:40 pm
Sebuah renungan yang oke punya.
Baru tahu itu buatan WS Rendra Gan…
Mrs. Dugem´s last blog ..Ternyata Bule Pun Suka Mencontek Saat Ujian
[Reply]
February 4th, 2010 @ 9:16 am
terima kasih Mas utk renungan yg sangat mencerahkan.
kita memang selalu merasa yg paling memiliki, padahal helaan nafas pun kita dipinjamkan.
mungkin disini yg namanya belajar keikhlasan.
Semoga kita dibimbingNYA utk menjadi orang yg ikhlas, amin.
salam hangat utk keluarga.
salam.
bundadontworry´s last blog ..Kulitnya ikut dimakan.
[Reply]
February 4th, 2010 @ 2:29 pm
Kesadaran seseorang terkadang lewat begitu saja atas apa yang telah mereka terima, kedengkian semakin kuat membentengi hati ketika yang kita inginkan ada pada orang lain ketimbang keikhlasan. Terima kasih mas… sesekali bisa diberi renungan nie..
HYIP Jaya´s last blog ..Hati Hati Fake Email Mengaku Dari Pirex Fund
[Reply]
February 4th, 2010 @ 11:33 pm
Ya..MAS..sebuah renungan spesial.
Apapun yang kita katakan bisa dimiliki didunia ini sebenarnya hanyalah titipan-NYA yang sewaktu-waktu harus siap dikembalikan penuh ikhlas.
TERIMAKASIH telah berkenan BErnagi Kata Bersama
[Reply]
February 10th, 2010 @ 12:54 pm
Semua yang ada hanya titipan dari-Nya. Kita hanya bisa menjaganya supaya kelak saat Dia memintanya kembali, titipan itu masih utuh bahkan lebih baik untuk dititipkan kembali kepada yang lain.
adiarta´s last blog ..Lagu Buat Para Jomblo
[Reply]