- Pria Beristri Muda Cenderung Lebih bahagia
http://www.blogpopuler.com/pria-beristri-muda-cenderung-lebih-bahagia/ - 8 Cara Yang Tak Lazim Dilakukan Untuk Menghentikan Kecanduan Merokok
http://www.blogpopuler.com/8-cara-yang-tak-lazim-dilakukan-untuk-menghentikan-kecanduan-merokok/ - Ternyata Malaysia Baru Punya Kapal Selam
http://www.blogpopuler.com/ternyata-malaysia-baru-punya-kapal-selam/ - Wow..Kerennya Aquarium Mobil
http://www.blogpopuler.com/wow-kerennya-aquarium-mobil/ - Karena Mengidap Penyakit Langka Diharuskan Makan Setiap 15 Menit
http://www.blogpopuler.com/karena-mengidap-penyakit-langka-diharuskan-makan-setiap-15-menit/
Syukur Dalam Gelas Plastik
Posted on | October 4, 2009 | 9 Comments
Jam sudah menandakan pukul setengah sebelas malam di hari kedua lebaran 1430 H., sejenak kusempatkan melihat keluar, di depan rumah, keadaan jalanan begitu lengang, jauh berbeda dengan tadi siang ketika banyak sekali orang berlalu-lalang tuk bersilaturahmi dengan sanak famili. Akhirnya kunyatakan, open house hari ini dicukupkan sekian. bersama adek dan Ibu, kami mulai membersihkan ruangan perjamuan, tak luput, gelas plastikpun turut dibersihkan … maklum jaman udah berubah, dulu minuman tamu dibuat seketika ketika tamu datang, baik berupa kopi, teh atau sekedar sirup buatan tangan dalam gelas bening ataupun cangkir, cukup untuk beberapa sruputan, menemani suasana hangat silaturahmi dengan perbincangan seru seputar keadaan famili. hmm, sekarang… cukup pesan air dalam kemasan dengan berbagai rasa yg ada, dalam kardus ato galon yang siap diisi ulang.
Ketika gelas plastik itu kubersihkan, seketika ibuku bilang “Le…!!! (panggilan anak laki-laki di daerah kami-pasuruan), nanti gelasnya dikumpulkan yach, suatu hari kan ada yg ngambil”. Siapa bu …??, aku balik bertanya. Sambil bersama-sama membersihkan ruangan, ibuku bercerita … tempo hari ada seorang kakek, dia bekerja dengan mengumpulkan gelas plastik di pasar. Suatu hari dia (sang kakek) datang ke toko ibu sambil bertanya “ada gelas plastik g kepake g bu???”, lalu ibu carikan di sekitar rumah dan ada sekitar beberapa gelas. g banyak memang, namun ketika ibu serahkan, kakek itu berucap “Alhamdulillah yaaa Alloh 3x, maturnuwun bu 2x, smoga Alloh membalas dengan kebaikan yg setimpal”, lebih lanjut kakek itu kemudian bercerita bahwa dia berasal dari daerah yang cukup jauh dari daerah kami, dia datang dari pasar yang satu ke pasar yang laen untuk sekedar mengumpulkan gelas plastik guna memperoleh beras, dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Melihat kondisi yg sudah renta, ibu kemudian balik bertanya … “koq g nyoba profesi laen yg lebih ringan pak?”, sang kakekpun menjawab “profesi ini sudah cukup, profesi ini insyaAlloh sudah mampu menyelamatkan wajah kami di hadapan Alloh di hari akhir kelak”, dengan jawaban ini, ibupun bertanya, maksudnya pak?, bisa dijelaskan !, sang kakekpun kemudian melanjutkan jawabannya “Iya bu…, profesi ini sudah menghindarkan kami dari meminta-minta, mengemis atau keadaan terpaksa yang laen. Bukankah Nabi Muhammad pernah berpesan, bahwa orang yang meminta-minta (senantiasa berpangku tangan tanpa keinginan dan tindakan usaha semampunya) akan dibangkitkan di akhirat kelak dengan wajah yang kurang baik di hadapan Alloh SWT.”
Syukur dalam gelas plastik…
Mungkin sekedar gelas plastik, mungkin hanya barang yg kurang berharga… namun siapa sangka justru hal-hal yg kecil seperti itu yang justru menjadi salah satu washilah dari tingginya derajat seorang hamba di hadapan Penciptanya. Ketika syukur terucap, ketika prinsip-prinsip kehidupan dipegang erat, ketika seorang hamba mampu menguasai nafsunya dan menerima serta berusaha dalam setiap sisi tantangan yang ada. Semoga Alloh senantiasa mengabulkan do””a yang kita panjatkan … di akhir shalat tarawih dalam setiap ramadlon kita,
… “Wa bil qodlooo i roodliin, wa bin na””maaa i syakirin, wa ””alal balaaa i shobirin” … menjadi seorang muslim yang kuat …. dengan ridlo terhadap segala keputusan Alloh, dengan syukur terhadap Nikmat” Alloh dan dengan sabar dalam setiap cobaan yang diberikan oleh Alloh.
ridlo, syukur dan sabar …
Pasuruan, 23 September 2009
Seperti yang diceritakan oleh Caksyam
Postingan Menarik Lainnya :
Nampaknya aksi boikot produk Coca Cola yang dikumandangkan selama ini kelihatannya tidak efektif ...
David adalah seorang imigran asal Indonesia yang kini sedang mengadu nasib di Amerika.Dia dipenj ...
Paijo adalah seorang penipu yang benar-benar cerdik dan sudah terkenal di seantero jagat penipua ...
Perkembangan Internet sudah semakin pesat dan penggunanya pun dari hari kehari semakin meningkat ...
Kebanyakan perselingkuhan terjadi disebabkan karena rasa kesepian pasangannya.Seperti pada posti ...
Tags: bersyukur kepada Allah > perumpamaan gelas plastik > ungkapkan rasa syukur
|Funny Pictures | Smart Pictures | Cool Pictures|
Comments
9 Responses to “Syukur Dalam Gelas Plastik”
Leave a Reply

October 6th, 2009 @ 10:18 am
Saya pertamax ya ?

Yep´s last blog ..[Foto Lucu] Baginilah Jadinya Bila Para Presiden Berbagai Negara Make Up
[Reply]
Yep Reply:
October 6th, 2009 at 10:19 am
Thanks untuk renungan pagi yang begitu indah Mas

Yep´s last blog ..[Foto Lucu] Baginilah Jadinya Bila Para Presiden Berbagai Negara Make Up
[Reply]
blogpopuler Reply:
October 8th, 2009 at 5:22 am
Sama-sama Yep, kita harus saling mengingatkan
[Reply]
blogpopuler Reply:
October 8th, 2009 at 5:22 am
Mantap…
[Reply]
October 6th, 2009 @ 4:54 pm
Apapun bentuknya, syukur adalah salah satu hal yang wajib manusia lakukan agar hidup ini tidak stress

Blogodolar´s last blog ..4 Keuntungan Menyajikan Roundup Posts
[Reply]
October 6th, 2009 @ 8:57 pm
Subhanallah, semoga kita dijadikanNYA termasuk kedalam orang2 yg pandai bersyukur, amin.
Salam.
bundadontworry´s last blog ..Mengapa wanita lebih kuat dari pria ?
[Reply]
blogpopuler Reply:
October 8th, 2009 at 5:34 am
Amin lagi bunda……semoga demikian
[Reply]
December 27th, 2009 @ 2:26 am
sip.. posting yang bagus, gan
onny´s last blog ..7 Langkah Agar Privasi di Facebook Aman
[Reply]
July 27th, 2010 @ 10:13 am
ceritanya bisa membukakan mata kita yang telah mendapat pekerjaan yang lebih baik untuk lebih bersyukur.
medina´s last blog ..Koes Bersaudara – Djadikan Aku Domba Mu 1967
[Reply]